ETIKA adalah aturan perilaku, adat
kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang
benar dan mana yang buruk. PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai
kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu
keahlian.
Dalam hal ini saya mengambil obyek Tukang Koran adalah sebuah profesi non
formal yang bukan merupakan sebuah jabatan. Mengapa dibilang bukan jabatan,
karena sebuah jabatan mempunyai tingkatan/kasta-kasta, dimana orang yang
mempunyai tingkatan atau jabatan tertinggi ia akan dihormati dan disegani.
Pada dasarnya di lapangan pedagang ada yang aktif dan ada yang pasif. Pedagang Koran aktif yaitu pedagang yang menjual korannya dengan berkeliling mencari pembeli. Sedangkan Pedagang Koran Pasif adalah pedagang yang menjual korannya di sebuah tempat dan kemudian mereka hanya menunggu pembeli datang.
Pada dasarnya di lapangan pedagang ada yang aktif dan ada yang pasif. Pedagang Koran aktif yaitu pedagang yang menjual korannya dengan berkeliling mencari pembeli. Sedangkan Pedagang Koran Pasif adalah pedagang yang menjual korannya di sebuah tempat dan kemudian mereka hanya menunggu pembeli datang.
Etika tukang koran secara umum:
- Tanggung Jawab
Tanggung jawab yang diemban tukang koran banyak sekali seperti contoh: jika ada pemesanan koran, segera dilaksanakan pengiriman.
- Tidak Menipu
Biasanya tukang koran melakukan selling (penjualan) dengan membacakan beberapa berita-berita terkini yang mereka rangkum sedemikian rupa agar pembeli tertarik untuk membeli korannya. Dalam hal ini berita-berita yang ada, yang akan dijadikan bahan selling tersebut janganlah diada-adakan yang tidak ada, dan tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam penyampaiannya.
- Menepati janji
Menepati janji termasuk tanggung jawab, hanya berbeda dalam segi waktu. Seperti contoh jika ada pelanggan yang memesan koran, dan minta diantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi, maka tukang koran tersebut harus mengantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi. Akibatnya jika kita tidak tepat waktu, pelanggan akan pindah berlangganan korannya. Karena seperti contoh pelanggan minta diantarkan koran jam 7 pagi karena ia berangkat kerja jam 7 lewat, sehingga apabila koran tersebut sampai maka apa yang terjadi, koran tersebut yang seharusnya bisa langsung dibawa ke kantornya kemudian dibaca, akan tetapi malah tidak efektif lagi kegunaannya.
- Murah hati
Murah hati dalam arti jika ada keuntungan lebih, pelanggan yang kurang mampu dikhlaskan sesuai kemampuannya. Dan dengan murah hati seperti memberi senyum, menyapa pelanggan, maka hati merekapun akan berpihak.
- Tidak melupakan akhirat
Senantiasa selalu mengingat akhirat, sehingga apa yang dilakukan senantiasa terkendali dari perbuatan yang menimbulkan dosa.
- Tanggung Jawab
Tanggung jawab yang diemban tukang koran banyak sekali seperti contoh: jika ada pemesanan koran, segera dilaksanakan pengiriman.
- Tidak Menipu
Biasanya tukang koran melakukan selling (penjualan) dengan membacakan beberapa berita-berita terkini yang mereka rangkum sedemikian rupa agar pembeli tertarik untuk membeli korannya. Dalam hal ini berita-berita yang ada, yang akan dijadikan bahan selling tersebut janganlah diada-adakan yang tidak ada, dan tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam penyampaiannya.
- Menepati janji
Menepati janji termasuk tanggung jawab, hanya berbeda dalam segi waktu. Seperti contoh jika ada pelanggan yang memesan koran, dan minta diantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi, maka tukang koran tersebut harus mengantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi. Akibatnya jika kita tidak tepat waktu, pelanggan akan pindah berlangganan korannya. Karena seperti contoh pelanggan minta diantarkan koran jam 7 pagi karena ia berangkat kerja jam 7 lewat, sehingga apabila koran tersebut sampai maka apa yang terjadi, koran tersebut yang seharusnya bisa langsung dibawa ke kantornya kemudian dibaca, akan tetapi malah tidak efektif lagi kegunaannya.
- Murah hati
Murah hati dalam arti jika ada keuntungan lebih, pelanggan yang kurang mampu dikhlaskan sesuai kemampuannya. Dan dengan murah hati seperti memberi senyum, menyapa pelanggan, maka hati merekapun akan berpihak.
- Tidak melupakan akhirat
Senantiasa selalu mengingat akhirat, sehingga apa yang dilakukan senantiasa terkendali dari perbuatan yang menimbulkan dosa.
Tujuan dari menjaga etika profesi sebagai
Tukang Koran diantaranya:
1. Menjunjung tinggi martabat sebagai Tukang Koran.
2. Meningkatkan pengabdian kepada pelanggan.
3. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggannya.
4. Menjadi profesi yang kuat dan tangguh, sehingga tidak dipandang sebelah mata atau diremehkan.
5. Menentukan baku standarnya sendiri, baik dari segi pelayanan, perilaku maupun manajemen.
1. Menjunjung tinggi martabat sebagai Tukang Koran.
2. Meningkatkan pengabdian kepada pelanggan.
3. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggannya.
4. Menjadi profesi yang kuat dan tangguh, sehingga tidak dipandang sebelah mata atau diremehkan.
5. Menentukan baku standarnya sendiri, baik dari segi pelayanan, perilaku maupun manajemen.
Pendapat saya mengenai etika seorang
Tukang Koran:
Menurut saya etika sebuah pekerjaan yang non formal (informal) seperti seorang tukang koran, sebagian besar berusaha untuk menerapkan etika-etika yang ada tersebut. Sebaliknya pelaksanaan dari penerapan etika-etika sebuah pekerjaan yang formal biasanya banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran terhadap kode etik yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang memiliki profesi informal lebih memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran etika yang sudah ada. Oleh sebab itu, seorang tukang koran lebih memilih untuk berusaha mengikuti etika yang sudah ada karena tidak ingin kehilangan jumlah pelanggannya yang akan mengakibatkan pengurangan jumlah pendapatan karena pendapatan seorang tukang koran yang bersifat non formal (informal) tidak memiliki pendapatan tetap seperti pekerjaan yang bersifat formal
Menurut saya etika sebuah pekerjaan yang non formal (informal) seperti seorang tukang koran, sebagian besar berusaha untuk menerapkan etika-etika yang ada tersebut. Sebaliknya pelaksanaan dari penerapan etika-etika sebuah pekerjaan yang formal biasanya banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran terhadap kode etik yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang memiliki profesi informal lebih memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran etika yang sudah ada. Oleh sebab itu, seorang tukang koran lebih memilih untuk berusaha mengikuti etika yang sudah ada karena tidak ingin kehilangan jumlah pelanggannya yang akan mengakibatkan pengurangan jumlah pendapatan karena pendapatan seorang tukang koran yang bersifat non formal (informal) tidak memiliki pendapatan tetap seperti pekerjaan yang bersifat formal
No comments:
Post a Comment