Thursday, November 27, 2014

wawancara dengan penjual koran cilik



TUGAS KE 2
       ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
            Ini adalah tugas softskill ke dua dari dosen softskill saya , yang bernama bapak wayan .
di dalam tugas ini saya akan mewawancarai seorang anak yang sudah putus sekolah dr sd kelas 5 akibat keperluan hidup dan harus menjual koran sebagai profesinya untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya  . Hal ini merupakan cerminan bagi kita betapa beruntungnya kita yang masih dapat bersekolah untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin yang kita inginkan.

            Dibawah ini adalah hasil wawancara saya :

# Maaf dek nganggu , nama kamu siapa ?
            nama saya rahman kak
# sekarang umur ade brp ?
            16 tahun kak
# sekarang masih sekolah ?
            udah enggak sekolah lagi kak ,
# terakhir sekolah sampai sd smp atau apa dek ?
            sd kelas 5 kak
# trus kenapa ade gak lanjutin sekolah ?
            bantuin ibu kerja  , buat makan
# itu ade jualan koran mau sendiri ? atau emang disuruh ?
            mau sendiri kak
# emang org tua ade kerja apa ?
            ibu enggak kerja kak ,cuma bantu nyuci tetangga

# kalau ayah ?
            ayah udah lama meninggal kak kata ibu
# oh ya dek ,biasanya ade jual koran harganya berapa ?
            2500 kak
# pas lagi jual koran ada yang jahatin ?
            ada kak
# dijahatinyya gimana de ?
            di tendang pernah ,dipukul juga pernah kak
# itu kenapa de dipukul ?
            orangnya jahat
# biasanya ade kalau jual koran laku berapa sehari ?
            dikit kak
# kalau dikit di omelin ibu ga ?
            enggak kak
# ada gak de orang yang baik gitu suka ngasih lebih pas adde jual koranyya ?
            jarang kak,kebanyakan yang jahat
# trus kalau sehari ade biasanya dapet berarpa ?
            kadang 10 ribu kak kadang 20 ribu
# uang dari hasil jual koran ade kemanain ?
            kasih ibu
# kalau disuruh sekolah lagi mau gak de ?
            mau
# cita citanya apa de ?
            dokter
# kenapa tuh dokter ?
            mau bantu orang sakit
# pernah ada yang nawarin buat sekolah ga ?
            enggak
# kalau ada yang nawarin sekolah mau ?
            mau
# ade jualan koranya d sekitar buaran aja ?
            iya kak, di jalannya sama di lampu merahnya
# ade sendiri aja nih jualannya ?
            iya kak , temennya lagi sakit
# ini ade jualannya sampe malem ?
            iya kak. soalnya tadi bawa korannya banyak
# trus skrg ade mau pulang ?
            iya
# oh yaudah de terimakasih banyak ya
            iya kak.

di atas adalah hasil dari wawancara saya noviandy kusmanjaya dengan seorang anak kecil penjual koran di daerah duren sawit , jakarta timur . dengan keterbatasan waktu saya hanya dapat mewawancarai seperti dialog diatas . terimakasih .

            WAALAIKUMSALAM.WR.WB



                                          ini adalah foto ssaya bersama si penjual koran cilik
TUGAS KE 2 ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI ASSALAMUALAIKUM WR.WB. Ini adalah tugas softskill ke dua dari dosen softskill saya , yang bernama bapak wayan . di dalam tugas ini saya akan mewawancarai seorang anak yang sudah putus sekolah dr sd kelas 5 akibat keperluan hidup dan harus menjual koran sebagai profesinya untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya . Hal ini merupakan cerminan bagi kita betapa beruntungnya kita yang masih dapat bersekolah untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin yang kita inginkan. Dibawah ini adalah hasil wawancara saya : # Maaf dek nganggu , nama kamu siapa ? nama saya rahman kak # sekarang umur ade brp ? 16 tahun kak # sekarang masih sekolah ? udah enggak sekolah lagi kak , # terakhir sekolah sampai sd smp atau apa dek ? sd kelas 5 kak # trus kenapa ade gak lanjutin sekolah ? bantuin ibu kerja , buat makan # itu ade jualan koran mau sendiri ? atau emang disuruh ? mau sendiri kak # emang org tua ade kerja apa ? ibu enggak kerja kak ,cuma bantu nyuci tetangga # kalau ayah ? ayah udah lama meninggal kak kata ibu # oh ya dek ,biasanya ade jual koran harganya berapa ? 2500 kak # pas lagi jual koran ada yang jahatin ? ada kak # dijahatinyya gimana de ? di tendang pernah ,dipukul juga pernah kak # itu kenapa de dipukul ? orangnya jahat # biasanya ade kalau jual koran laku berapa sehari ? dikit kak # kalau dikit di omelin ibu ga ? enggak kak # ada gak de orang yang baik gitu suka ngasih lebih pas adde jual koranyya ? jarang kak,kebanyakan yang jahat # trus kalau sehari ade biasanya dapet berarpa ? kadang 10 ribu kak kadang 20 ribu # uang dari hasil jual koran ade kemanain ? kasih ibu # kalau disuruh sekolah lagi mau gak de ? mau # cita citanya apa de ? dokter # kenapa tuh dokter ? mau bantu orang sakit # pernah ada yang nawarin buat sekolah ga ? enggak # kalau ada yang nawarin sekolah mau ? mau # ade jualan koranya d sekitar buaran aja ? iya kak, di jalannya sama di lampu merahnya # ade sendiri aja nih jualannya ? iya kak , temennya lagi sakit # ini ade jualannya sampe malem ? iya kak. soalnya tadi bawa korannya banyak # trus skrg ade mau pulang ? iya # oh yaudah de terimakasih banyak ya iya kak. di atas adalah hasil dari wawancara saya noviandy kusmanjaya dengan seorang anak kecil penjual koran di daerah duren sawit , jakarta timur . dengan keterbatasan waktu saya hanya dapat mewawancarai seperti dialog diatas . terimakasih . WAALAIKUMSALAM.WR.WB ini adalah foto ssaya bersama si penjual koran cilik

Monday, September 15, 2014

PELANGGARAN ETIKA SI


Pada pembahasan ini penulis mernbahas tentang pengertian pelanggaran kode etik profesi,
Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagimasyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberitahukan suatu pengetahuan kepada masyarakatagar dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehinggamemungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi ten tang prinsip profesionalitas yang digariskan.
2.Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
3.Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentanghubungan erika dalam keanggotaan profesi.Jadi pelanggaran kode etik profesi berarti pelanggaran atau penyelewengan terhadap sistern norma, nilai dan aturan profesional tertulisyang secara tegas menyatakan apa yang benar dan bai.k bagi suatu profesidalam masyarakat.

Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi :
Pelanggaran kode etik profesi merupakan pelanggaran yangdilakukan oleh sekelompok profesi yang tidak mencerrninkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dansekaligus menjamin mutu profesi itu dirnata masyarakat.

Tujuan Kode Etik Profesi adalah :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. Untuk menjaga dan  memelihara kesejakteraan para anggota
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
4. Untuk meningkatkan mutu profesi 
5. Meningkatkan Jayanan diatas keuntungan pribadi
6. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat

Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapidengan sanksi keras karena keberlakuannya semata - mata berdasarkankesadaran profesional.Penyebab pelanggaran kode erik profesi IT organisasi profesitidak di lengkapi dengan sarana dan mekanisme bagi masyarakat untukmenyampaikan keluhan terhadap suatu kode etik IT. Minimnya pengetahuanmasyarakat tentang substansi kode erik profesi dan juga karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi itu sendiri, Belum terbentuknyakultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabatluhur masing - masing profesi.

Alasan mengabaikan kode etik IT profesi antara lain:
1. Pengaruh sifat  kekeluargaan Misalnya yang melakukan pelanggaran adalah keluarga atau dekat hubungan kekerabatannya dengan pihak yang berwenang memberikan sanksi terhadap pelanggaran kode etik pada suatu profesi, maka mereka akan cenderung untuk tidak memberikan sanksi kepada kerabatnya yang telahmelakukan pelanggaran kode etik tersebut.
2. Pengaruh jabatanMisalnya yang melakukan pelanggaran kode erik profesi itu adalah pimpinan atau orang yang meiliki kekuasaan yang tinggi pada profesi tersebut,maka bisa jadi orang lain yang posisi dan kedudukannya berada dibawah orang tersebut akan untuk enggan melaporkan kepada pihak yang berwenang yangmemberikan sanksi, karena kekawatiran akan berpengaruh terhadap jabatandan posisinya pada profesi tersebut.

 Upaya Pencegahan Pelanggaran Kode Etik Profesi :
            Kasus - kasus pelanggaran kode etik akan ditindak Ianjuti dan dinila ioleh dewan  kehormatan atau komisi yang terbentuk khusus untuk itu, karena tujuannya adalah mencegak terjadinya perilaku yang tidak etis. Seringkali kodeetis juga berisikan tentang ketentuan - ketentuan  profesional, seperti kewajibanmelapor jika ketahuan ternan sejawat melanggar kode erik. Ketentuan  itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik.
Ada beberapa alasan mengapa kode etik perlu untuk dibuat ,: alasan  tersebut adalah  (Adams., dkk, dalam Ludigdo, 2007) :
a)      Kode erik merupakan suatu eara untuk memperbaiki iklimorganisasionalsehingga individu-individu dapat berperilaku seeara etis.
b)      Kontrol etis diperlukan karena sistem legal dan pasar tidak cukup mampumengarahkan perilaku organisasi untuk mempertirubangkan dampak moraldalam setiap keputusan bisnisnya.
c)      Perusahan memerlukan kode etik untuk menentukan status bisnis sebagaisebuah profesi, dimana kode etik merupakan salah saru penandanya.d
d)     )Kode etik dapat juga dipandang sebagai upaya menginstitusionalisasikanmoral dan nilai nilai pendiri perusahaan, sehingga kode etik tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan dan membantu sosialisasi individu baru dalammemasuki budaya tersebut.



ETIKA SEORANG TUKANG KORAN (PROFESI NONFORMAL)



ETIKA adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Dalam hal ini saya mengambil obyek Tukang Koran adalah sebuah profesi non formal yang bukan merupakan sebuah jabatan. Mengapa dibilang bukan jabatan, karena sebuah jabatan mempunyai tingkatan/kasta-kasta, dimana orang yang mempunyai tingkatan atau jabatan tertinggi ia akan dihormati dan disegani.
Pada dasarnya di lapangan pedagang ada yang aktif dan ada yang pasif. Pedagang Koran aktif yaitu pedagang yang menjual korannya dengan berkeliling mencari pembeli. Sedangkan Pedagang Koran Pasif adalah pedagang yang menjual korannya di sebuah tempat dan kemudian mereka hanya menunggu pembeli datang.
Etika tukang koran secara umum:
- Tanggung Jawab
Tanggung jawab yang diemban tukang koran banyak sekali seperti contoh: jika ada pemesanan koran, segera dilaksanakan pengiriman.
- Tidak Menipu
Biasanya tukang koran melakukan selling (penjualan) dengan membacakan beberapa berita-berita terkini yang mereka rangkum sedemikian rupa agar pembeli tertarik untuk membeli korannya. Dalam hal ini berita-berita yang ada, yang akan dijadikan bahan selling tersebut janganlah diada-adakan yang tidak ada, dan tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam penyampaiannya.
- Menepati janji
Menepati janji termasuk tanggung jawab, hanya berbeda dalam segi waktu. Seperti contoh jika ada pelanggan yang memesan koran, dan minta diantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi, maka tukang koran tersebut harus mengantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi. Akibatnya jika kita tidak tepat waktu, pelanggan akan pindah berlangganan korannya. Karena seperti contoh pelanggan minta diantarkan koran jam 7 pagi karena ia berangkat kerja jam 7 lewat, sehingga apabila koran tersebut sampai maka apa yang terjadi, koran tersebut yang seharusnya bisa langsung dibawa ke kantornya kemudian dibaca, akan tetapi malah tidak efektif lagi kegunaannya.
- Murah hati
Murah hati dalam arti jika ada keuntungan lebih, pelanggan yang kurang mampu dikhlaskan sesuai kemampuannya. Dan dengan murah hati seperti memberi senyum, menyapa pelanggan, maka hati merekapun akan berpihak.
- Tidak melupakan akhirat
Senantiasa selalu mengingat akhirat, sehingga apa yang dilakukan senantiasa terkendali dari perbuatan yang menimbulkan dosa.
Tujuan dari menjaga etika profesi sebagai Tukang Koran diantaranya:
1. Menjunjung tinggi martabat sebagai Tukang Koran.
2. Meningkatkan pengabdian kepada pelanggan.
3. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggannya.
4. Menjadi profesi yang kuat dan tangguh, sehingga tidak dipandang sebelah mata atau diremehkan.
5. Menentukan baku standarnya sendiri, baik dari segi pelayanan, perilaku maupun manajemen.
Pendapat saya mengenai etika seorang Tukang Koran:
Menurut saya etika sebuah pekerjaan yang non formal (informal) seperti seorang tukang koran, sebagian besar berusaha untuk menerapkan etika-etika yang ada tersebut. Sebaliknya pelaksanaan dari penerapan etika-etika sebuah pekerjaan yang formal biasanya banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran terhadap kode etik yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang memiliki profesi informal lebih memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran etika yang sudah ada. Oleh sebab itu, seorang tukang koran lebih memilih untuk berusaha mengikuti etika yang sudah ada karena tidak ingin kehilangan jumlah pelanggannya yang akan mengakibatkan pengurangan jumlah pendapatan karena pendapatan seorang tukang koran yang bersifat non formal (informal) tidak memiliki pendapatan tetap seperti pekerjaan yang bersifat formal

Monday, April 21, 2014

Dua Orang yang Memperebutkan Bayangan Keledai


Pemilik keledai bertengkar dengan pengembara yang menyewa keledainyaSeorang pengembara menyewa seekor keledai untuk membawanya ke suatu tempat yang jauh. Pemilik keledai itu juga ikut pergi beserta pengembara itu, berjalan di sampingnya untuk menuntun sang Keledai dan menunjukkan jalan.
Jalan menuju tempat yang di tuju adalah jalan yang tandus di mana tidak ada sebatang pohon pun yang tumbuh di sepanjang jalan. Karena matahari bersinar sangat terik, pengembara itu akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak dan beristirahat, dan karena tidak ada tempat untuk berteduh dapat ditemukan di tempat itu, pengembara itu lalu duduk di bawah bayang-bayang sang Keledai.
Sekarang panas matahari juga telah mempengaruhi si pemilik keledai, sehingga pemilik keledai tersebut juga berharap untuk bisa beristirahat di bawah naungan bayangan sang Keledai, ia mulai bertengkar dengan pengembara dan mengatakan bahwa pengembara itu hanya menyewa keledainya, dan tidak termasuk bayangan dari sang Keledai.
Tidak lama kemudian, mereka saling berkelahi tanpa menyadari bahwa sang Keledai berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
Karena bertengkar memperebutkan sesuatu yang tidak nyata, kita kadang kehilangan harta yang paling utama.

Kelinci dan Anjing Pemburu


Gembala mengejek sang Anjing yang tidak mampu mengejar sang KelinciSeekor anjing pemburu yang mengejar-ngejar seekor kelinci, dan setelah beberapa lama, sang Anjing menyerah dan menghentikan pengejarannya. Kebetulan kejadian itu disaksikan oleh seorang gembala yang langsung mengejek sang Anjing dan berkata:
"Hewan yang lebih kecil ternyata larinya lebih kencang dibandingkan dengan kamu,"
Sang Anjing menjawab, "Tidakkah kamu melihat perbedaan di antara kami? Saya berlari untuk mendapatkan makanan, sedangkan sang Kelinci berlari untuk mempertahankan hidupnya."
Keinginan menentukan kerasnya suatu usaha.

Brothers Grimm


Dahulu kala, ada seorang wanita penyihir yang memiliki tiga anak yang saling menyayangi antara satu dengan yang lainnya sebagai saudara, tetapi wanita penyihir tua itu tidak mempercayai anaknya sendiri, dan berpikir bahwa ketiga anaknya ingin mencuri kekuatannya darinya. Penyihir itu lalu mengubah anak sulungnya menjadi burung elang, yang terpaksa tinggal di pegunungan berbatu, dan sering terlihat terbang melayang di langit. Yang kedua, disihir sehingga berubah menjadi seekor ikan paus yang hidup di laut dalam, dan terkadang terlihat di permukaan laut menyemburkan sebuah pancuran air yang besar di udara. Kedua anak ini masing-masing masih bisa berubah bentuk menjadi manusia selama dua jam setiap hari. Anak yang ketiga, karena takut bahwa ibunya yang penyihir ini akan mengubahnya menjadi seekor binatang buas, dengan diam-diam pergi meninggalkan ibunya.
Saat itu, di pusat kerajaan, dia mendengar berita tentang seorang putri Raja yang disihir dan dipenjarakan di istana matahari, sedang menanti datangnya pertolongan. Mereka yang mencoba membebaskan sang Putri, mempertaruhkan nyawa mereka karena tugas untuk menyelamatkan sang Putri, tidaklah mudah. Sudah puluhan orang yang mencoba tetapi gagal, dan sekarang tidak ada orang yang berani untuk menyelamatkan sang Putri lagi.
Si Putra Ketiga menguatkan hatinya untuk mencoba menyelamatkan sang Putri. Dia lalu melakukan perjalanan untuk mencari istana matahari itu dalam waktu yang cukup lama tanpa bisa menemukannya. Suatu ketika, dia tiba tanpa sengaja di sebuah hutan yang besar, dan menjadi tersesat. Tiba-tiba dia melihat di kejauhan, dua raksasa yang melambaikan tangan mereka kepadanya, dan ketika dia datang kepada raksasa tersebut, mereka berkata,
"Kami bertengkar mengenai sebuah topi, siapa di antara kami yang berhak memilikinya, karena kami berdua sama kuatnya, tak ada satupun di antara kami yang lebih kuat dibandingkan yang lain. Manusia kecil lebih pandai dari kami, karena itu, kami menyerahkan keputusan kepada mu."
"Bagaimana kamu bisa bertengkar hanya karena sebuah topi tua?" kata si Putra Ketiga.
"Kamu tidak mengerti keajaiban topi itu! Itu adalah topi yang bisa mengabulkan keinginan kita; barang siapa yang memakainya, dan berharap untuk pergi ke tempat manapun dia mau, dalam sekejap dia akan tiba di tempat tersebut."
"Berikanlah topi itu kepadaku," kata si Putra Ketiga, "Saya akan berdiri di sana, ketika saya memanggil kalian, kalian harus berlomba lari, dan topi ini akan menjadi milik orang yang lebih duluan tiba di sana." Dia lalu memakai topi tersebut lalu berjalan pergi, dan saat berjalan, si Putra Ketiga berpikir tentang sang Putri, melupakan para raksasa dan berjalan terus. Akhirnya dia mendesah dalam hatinya dan bersedih, "Ah, jika saja saya bisa tiba di istana matahari," tiba-tiba si Putra Ketiga sudah berdiri di sebuah gunung yang tinggi tepat di depan pintu gerbang istana matahari.
Dia lalu masuk dan memeriksa semua kamar, saat sampai pada kamar terakhir dia menemukan putri Raja. Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat wajah sang Putri. Wajahnya pucat abu-abu penuh keriput, mata rabun, dan berambut merah."
Apakah kamu adalah putri raja, yang kecantikannya terkenal di seluruh pujian dunia?" tanyanya.
"Ah," jawabnya," ini bukan bentuk saya yang sebenarnya, mata manusia hanya bisa melihat saya dalam keadaan buruk rupa ini, tetapi kamu mungkin bisa melihat bentuk saya yang sebenarnya, lihat melalui cermin ini, karena cermin ini tidak akan salah dan akan menampilkan wajah saya yang sebenarnya."
Dia lalu memberinya cermin yang di pegangnya, dan saat si Putra Ketiga melihat bayangan di dalam cermin, dilihatnya wajah yang paling cantik di seluruh penjuru dunia, dan dia juga melihat butiran air mata yang bergulir di pipi sang Putri.
Lalu si Putra Ketiga bertanya, "Bagaimana kamu dapat dibebaskan ? Aku tidak takut akan mara bahaya.
Bola kristal ajaibSang Putri berkata, "Dia yang mendapatkan bola kristal, dan mengacungkannya kehadapan penyihir, akan menghancurkan kekuatan sihirnya dengan bola kristal itu, dan saya akan kembali ke bentuk sejati saya. "Ah," dia menambahkan, "sudah banyak yang mencoba dan gagal, kamu begitu muda, saya sangat sedih karena kamu harus menghadapi bahaya yang begitu besar."
"Tidak ada yang bisa mencegah saya melakukannya," kata si Putra Ketiga, "coba katakan padaku apa saja yang harus kulakukan."
"Kamu harus tahu semuanya," kata sang Putri," ketika kamu menuruni gunung di mana istana ini berdiri, kamu akan menemukan seekor banteng liar di dekat sebuah mata air, dan kamu harus berkelahi dengan banteng itu, dan jika kamu bisa membunuhnya, seekor burung yang berapi-api akan muncul yang membawa sebuah telur yang membara, dan sebuah bola kristal terletak di dalam telur tersebut. burung itu tidak akan membiarkan telur tersebut terlepas kecuali dipaksa untuk melakukannya, dan saat telur itu jatuh di tanah, semuanya akan menyala dan membakar segala sesuatu yang berada dekat telur tersebut, dan dengan bola kristal semua masalahmu akan terselesaikan."
Pemuda itu lalu pergi ke mata air, di mana seekor banteng liar mendengus dan berteriak marah padanya. Setelah melalui perjuangan yang panjang, si Putra Ketiga berhasil menusukkan pedangnya ke tubuh hewan itu yang akhirnya jatuh mati. Seketika itu juga, seekor burung api muncul dan hendak terbang, tapi kakak si Putra Ketiga yang berubah bentuk menjadi elang, menukik turun, mengejar burung api tersebut sampai ke laut, dan memukul dengan paruhnya sampai sang Burung Api melepaskan telur yang dipegangnya. Telur tersebut tidak jatuh ke laut, tetapi ke sebuah gubuk nelayan yang berdiri di tepi pantai dan gubuk itu langsung terbakar api. Lalu tiba-tiba muncullah gelombang laut setinggi rumah, menerjang gubuk tersebut hingga seluruh api menjadi padam. Ternyata, saudara lain si Putra Ketiga yang menjadi ikan paus, yang telah mendorong dan menciptakan gelombang laut tersebut. Ketika api itu padam, si Putra Kegita mencari telur itu dan menjadi sangat bahagia saat menemukannya. Kulit telur tersebut menjadi retak dan pecah akibat suhu panas yang tiba-tiba berubah menjadi dingin saat tersiram air, sehingga bola kristal di dalamnya dapat diambil oleh si Putra Ketiga.
Ketika pemuda pergi menghadap ke si Penyihir dan mengacungkan bola kristal itu di hadapannya, si Penyihir berkata, "kekuatan sihir saya telah hancur, dan mulai dari saat ini, kamulah yang menjadi raja di istana matahari. Dengan bola kristal itu juga, kamu telah mengembalikan bentuk saudara-saudara-mu ke bentuk manusia seperti semula."
Si Putra Ketiga pun bergegas menemui sang Putri, dan ketika dia memasuki ruangan, dia mendapati sang Putri berdiri di sana dengan segala kecantikan dan keindahannya, dan tidak lama, merekapun menikah dan hidup berbahagia selamanya.